Subscribe

FIND !

Showing posts with label my journal. Show all posts
Showing posts with label my journal. Show all posts

Seberapa Besarkah Peran Seorang Ayah ?

May 14, 2010
Selama ini kita sering membahas peran seorang Ibu, lalu bagaimanakah dengan sang Ayah?
Kadang kita merasa bahwa seorang Ayah mempunyai kasih sayang terhadap anaknya tidak lebih besar dari seorang Ibu. Padahal tanpa kita sadari bahwa anggapan seperti itu sangatlah tidak benar.

Bagaimana kita bisa berpikir demikian? Sementara di luar sana kita banyak melihat kuli-kuli bangunan, pedagang asongan, bahkan pencopet sekalipun adalah seorang Ayah yang sedang memperjuangkan nasib anak dan istrinya, Sosok yang keras dan tidak kenal lelah.
Walaupun sering juga kita mendengar banyak seorang Ayah yang meninggalkan anak dan istrinya, seperti curahan hati yang saya baca pada blog berikut http://seilfiahmoo.blogspot.com/2010/05/dimana-ayahku.html



Dimana Ayahku ?????


Aku mengerti tidak semua Bapak mencintai anaknya..

Dan aku pun kini mengerti bahwa waktu dapat menghapus begitu banyak kenangan yang indah
Jujur,, hingga saat ini aku masih tidak habis fikir atas segala perlakuanmu,,,
Dulu aku begitu menghargaimu, menghormati, dan sangat menyayangimu…
Dulu kau sering berbagi denganku…
Menertawakanku saat Bunda memarahiku

Aku merindukanmu…
Sangat merindukanmu…
Semua kasih saying itu kini berubah menjadi permusuhan yang tiada berarti
Aku membencimu…
Sangat membencimu…

Dosakah hamba Ya Allah????
Beliau sering menyakitiku,,adikku,,kakakku,,
Bahkan Bunda tercintaku…
Aku hanya bocah yang tak tahu apa-apa
Aku hanya bocah yang merasa sakit saat Ibunya disakiti..


Tulisan di atas merupakan salah satu dari beberapa anak yang ditinggalkan oleh Ayahnya.
Jika ada seorang Ayah yang menyia-nyiakan keluarganya seperti tulisan di atas, maka saya pikir yang seperti itu tidak layak disebut sebagai seorang Ayah, Orang-orang seperti itu yang membuat citra seorang Ayah menjadi buruk. Karena yang dinamakan seorang Ayah adalah sosok pria yang bertanggung jawab dan memimpin keluarganya. Bagaimanapun mereka seharusnya memperjuangkan kebahagiaan anak dan istrinya.
Biasanya seorang Ayah tertutup dalam mengekspresikan kasih sayangnya dan tidak secara langsung. Seperti yang telah dijelaskan dalam tulisan yang saya temukan pada salah satu account jaringan sosial.




DI BALIK SEBUAH KISAH SEORANG PAPA


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa,
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. ..
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal...



Subhanallah... ternyata betapa indah kasih sayang dari seorang Ayah, betapa dalam kasih sayang mereka untuk anak tercintanya..
Oleh karena itu tidak diragukan lagi betapa besar dan pentingnya figur seorang Ayah bagi kehidupan kita.
Semoga Ayah kita senantiasa selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, aaammiiinn ...
Rabbigfirliwaliwalidayya warhamhumma kammaarabbayanii shagiraaa.....




Catatan : Salam hangat untuk Ayahanda tercinta, Ahmad Supandi.
"semoga selalu tabah dalam menghadapi setiap cobaan terutama yang datang melalui anak-anakmu yang sering melanggar dan menyakiti hatimu."

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja?

May 11, 2010
Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap

Sewaktu saya pertama kali mendengar judul lagu ini, saya membayangkan lirik lagu yang menyinggung tentang seseorang yang tidak pernah mengalami jatuh cinta yang sebenarnya sehingga dia menganggap jatuh cinta itu rasanya biasa saja. Tetapi setelah mendengar lagu ini ternyata mempunyai lirik lagu yang luar biasa, berkesan kolot, sinikal tetapi menyentuh ternyata menyimpan nasihat yang diutarakan dengan indah dan mudah dicerna (disukai) oleh para pecinta musik (semua kalangan).
Waaaww, cool!!!! Sampai segitunya band Efek Rumah Kaca memperhatikan kisah percintaan anak muda zaman sekarang, kata-kata yang begitu jenius tetapi tetap mudah dimengerti. Ditambah lagi alunan musiknya yang begitu indah, simple, dan easy listening.
Siipp laaahh Efek Rumah Kaca, Two Thumbs up!

Malas atau Depresi??

Apr 20, 2010
Cobalah bedakan antara rasa malas, dengan rasa cepat lelah atau kekurangan energi. Kekurangan energi dapat disebabkan karena kekurangan zat besi, menderita penyakit keganasan atau penyakit penyakit yang menyebabkan metabolisme kita meningkat sehingga menguras energimu. Tetapi harus dibedakan juga loh antara merasa kurang energi atau cepat lelah, dengan rasa malas yang berasal dari pikiran kita. Kurang energi dapat ditandai dengan gejala gejala seperti perasaan lemas, berkeringat, jantung berdebar,
napas terengah-engah.

Sedangkan rasa malas berasal dari pilihan diri sendiri untuk memilih merasa malas. Rasa malas bukanlah penyakit dan bukan keturunan (walaupun rasa malas dapat dicontohkan oleh orang tua, dan ditiru oleh anak). Apabila dibiarkan semakin lama bercokol dalam dirimu dan dirimu selalu memilih untuk mengikuti rasa malas tersebut, maka rasa itu akan semakin merajalela dan menjadi kebiasaan. Dengan rasa malas tersebut, anda membiarkan kesempatan berlalu, dan melalaikan tanggung jawabmu kepada Tuhan, untuk mengembangkan talenta yang anda miliki.
Menurut penelitian, pada banyak kasus, kemalasan mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya harapan dan menurunnya harga diri. Rasa malas ini juga akan menjauhkan seseorang terhadap keinginan untukmendapatkan prestasi, rasa punya harga diri yang tinggi, dan pengembangan diri.

Anda harus telusuri lebih dalam lagi jauh ke lubuk dirimu. Apabila anda malas dalam segala hal, termasuk dalam hal-hal yang disenangi oleh remaja seusiamu, seperti jalan jalan, nonton, atau hobi-hobi lain, maka mungkin anda mengalami depresi.

Apakah
penyebab depresi itu?

Harus ditelusuri lebih lanjut. Depresi dapat disebabkan oleh stress
yang disadari, maupun yang tidak. Berkonsultasi lah dengan dokter atau psikolog. Apabila anda hanya malas pada hal-hal tertentu saja, seperti saat belajar atau membantu orang tua, maka simaklah ulasan berikut. Terkadang ada orang yang malas karena memilih untuk bersikap tidak peduli, atau menarik diri dari ketakutannya, rasa tidak aman, atau frustasi terhadap sesuatu hal. Contohnya orang yang takut untuk berbicara di depan orang banyak, akan memilih pendekatan pasif, yaitu malas datang, menghindari perkumpulan orang banyak dan tetap tinggal di rumah. Contoh lain adalah apabila seseorang merasa tidak sepandai kawan-kawannya, sehingga ia lebih suka terlihat sebagai ‘anak malas’ dibandingkan ‘anak kurang pandai’. Jadi apabila ia tidak melakukan pekerjaan rumah sama sekali, maka tidak ada yang akan mengkritik dan menilai hasil pekerjaan rumahnya.

Kunci untuk menghadapi rasa malas adalah ‘taking action’, dan kunci nya adalah MOTIVASI. Motivasi dapat dicari dari membaca berbagai buku, menonton TV, melihat profil orang-orang yang telah bekerja keras dan akhirnya sukses, atau dengan merenungi tujuan hidup (dapat dengan pendekatan agama, berkonsultasi dengan pemuka agamamu, atau dengan guru BP mu). Memang tidaklah mudah, tetapi mulailah dengan hal-hal kecil. Seperti tersenyum, membukakan pintu untuk orang lain, mengambilkan minum untuk orang lain, dan semoga, anda juga tidak malas untuk melakukan hal-hal besar yang dapat mengembangkan talenta mu,sehingga suatu saat dapat membantu sesama dan mempertanggung jawabkannya kepada penciptaMu.

You go cosmo!



M.A.L.A.S

Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih
fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari,

hmm… apa yang bisa
diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu
yaitu MALAS.”

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

Mar 23, 2010
1. Ketulusan

Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yg tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada2, pura2, mencari2 alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yg selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yg bisa merugikan diri sendiri.

2. Kerendahan Hati

Kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yg kuat jiwanya yg bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yg semakin berisi semakin menunduk. Orang yg rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yg di atasnya merasa oke dan membuat orang yg dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yg kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif

Orang yg bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yg buruk/negative sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daipada mengecam,dsb.

5. Ceria

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yg ceria adalah orang yg bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung jawab

Orang yg bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh2. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yg bertanggung jawab atas apapun yg dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yg percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yg baru. Dia tahu apa yg harus dilakukannya dan melakukannya dgn baik.

8. Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yg berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going

Orang yg “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar2kan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah2 besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dgn masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dgn masalah2 yg berada diluar kontrolnya.

10. Memiliki Empati

Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yg baik, tapi jg bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

analisis cerpen

Nov 1, 2009
---Cerpen Puthut EA---

Di Sini Dingin Sekali

Cerpen yang di buat oleh Puthut EA ini menceritakan tentang kondisi sebuah keluarga korban gempa. cerpen ini mempunyai judul yang menarik "Di sini dingin sekali " yang berati menggambarkan suasana hati yang dingin, sunyi, sepi, trauma akan suara gemuruh-gemuruh yang dikira itu adalah gempa susulan.
Cerpen ini merupakan sebuah bentuk yang utuh yang didukung dengan unsur-unsur di dalamnya.Walau cerpen ini merupakan refleksi dari sebuah kisah nyata, namun bukan berarti cerpen ini tak imajinatif. Sebuah kisah nyata yang sudah direfleksikan menjadi sebuah cerpen, dapat berdiri menjadi sebuah dunia yang utuh bagi siapapun yang membacanya. Jadi cerita ini dapat dipandang sebuah cerita yang imaginasi, terlepas dari sebuah kisah nyata dari pengarang.



Seorang anak kelas tiga SD bercerita tentang perubahan keluarganya setelah gempa, ibunya yang biasanya penuh dengan canda kini dia jarang berbicara tidak ada lagi dongeng dan candanya, kini yang keluar hanya suara-suara dari tangannya. Sehari-hari dia memasak pagi, siang,sore walaupun tidak tampak raut ceria dari wajahnya, dia hanya bisa termenung, menangis meratapi apa yang telah terjadi pada keluarganya.
Sedangkan Bapaknya kehilangan pekerjaan, kegiatan dia sehari-hari ikut bekerja bakti membersihkan keping-keping bangunan rumah yang hancur dan ikut mengangkut kiriman bantuan bambu-bambu untuk memasang rumah gedek.
Maisaroh, anak terakhir dari keluarga ini , dia masih balita tetapi dia juga memiliki rasa trauma atas kejadian gempa, setiap ada suara-suara gemuruh dia merasa ketakutan dan menangis karena dia kira itu adalah gempa susulan, perasaannya peka jika dia mendengar suara ibunya yang sedang menangis.
Sedangkan anak laki-laki pertama dari keluarga tersebut, dia sekarang lebih sibuk untuk berdemonstrasi, Ia dan teman-temannya sering mendatangi pak RT dan pak Dukuh untuk protes, setelah itu sering juga mendatangi Pak Lurah dan Pak Camat, dan katanya sebentar lagi Ia dan teman-temannya akan mendemo Pak Bupati. Sehari-harinya hanya sibuk mengurusi tentang demo, protes-protes, brnyanyi-nyanyi bersama teman-temannya, mabuk-mabukkan dan juga dia jarang pulang ke rumah.
Anak ke duanya adalah seorang perempuan, dia juga sibuk mengikuti pelatihan-pelatihan di kampungnya, dan dia mengikuti organisasi muda Karang Taruna

Tokoh Aku ini menggambarkan seorang anak yang bisa menutupi kesedihannya dan tetap ceria di depan teman-teman sekolahnya, walaupun hati dia sedang bersedih karena kondisi keluarganya yang berubah drastis tetapi dia tetap tegar menghadapi hidup, di tetap menyayangi orangtua dan kaka-kakaknya dan juga dia tetap merawat dan menyayangi adiknya yang masih bayi dengan sepenuh hati.